Dalam kata sambutannya, tokoh pendidikan Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd menekankan pentingnya pembentukan karakter serta keseimbangan kompetensi mahasiswa yang mencakup tiga dimensi utama, kognitif, afektif, dan psikomotorik.
"Karakter adalah fondasi orang yang bermartabat. Kita ingin kompetensi mahasiswa FISIPOL seimbang antara pengetahuan, sikap, dan keterampilannya. Orang yang mampu melakukan perubahan adalah mereka yang cerdas secara intelektual, emosional, spiritual, digital, kultural, serta mampu membangun kolaborasi," ujar Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, di hadapan para peserta.Ia juga menyoroti pentingnya perubahan pola pikir (mindset) mahasiswa yang dapat dibentuk melalui kebiasaan membaca, mendengarkan, serta berdiskusi secara kritis guna mengubah paradigma berpikir ke arah yang lebih konstruktif.
Selain itu, Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, memberikan ruang dan dorongan penuh kepada mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan kepemimpinan serta menyampaikan aspirasi publik, termasuk melalui aksi demonstrasi, selama tetap menjunjung tinggi etika dan aturan yang berlaku.
"Silakan berorganisasi, latihan kepemimpinan, bahkan jika ingin menyampaikan aspirasi atau demo, silakan. Namun, lakukan demo yang bermartabat dan memiliki etika. Kritik yang disampaikan harus kreatif, konstruktif, serta berbasis regulasi (best on regulation). Kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik ini dijamin oleh Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi," tegasnya.
Di akhir penyampaiannya, ia mengimbau para mahasiswa untuk pintar mengelola waktu antara kegiatan keorganisasian dan akademik.
Mahasiswa diminta menyusun kalender kegiatan dengan matang agar agenda organisasi tidak bertabrakan dengan jadwal ujian akhir semester (UAS), sehingga peran sebagai aktivis tetap beriringan dengan capaian akademis yang unggul.
Pewarta : Tim
Editor : Redaksi

