Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Diduga Sopir Dipaksa Bayar Retribusi Mobil Kosong, Pengawasan TPR Padang Panjang Disorot

Jumat, 30 Oktober 2026 | Oktober 30, 2026 WIB Last Updated 2026-10-30T07:33:09Z

GofaktaNews.com — Sejumlah pengendara mengeluhkan tindakan oknum petugas Tempat Penimbangan Retribusi (TPR) Padang Panjang yang diduga tetap memaksakan pemungutan retribusi terhadap mobil barang tanpa muatan yang hanya melintas di depan pos TPR, 30 Oktober 2026.

​Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, kejadian tersebut bermula ketika seorang sopir mobil boks jenis L300 berwarna hitam melintas di depan pos TPR dengan tujuan hendak menuju UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor (KIR) Padang Panjang. Kepada awak media, sopir tersebut mengaku kendaraannya dalam keadaan kosong tanpa muatan.

​"Saya tidak ada muatan, saya lewat di depan pos TPR mau ke UPTD pengujian Padang Panjang. Tetapi si oknum petugas berinisial P, masih memberikan kata-kata dan memaksa untuk membayar retribusi. Dengan itu saya agak kesal sebagai sopir dan menyodorkan uang untuk membayar retribusi, dan uang tersebut diambil oleh oknum petugas TPR yang bernama inisial P, itu," ungkap sopir tersebut.

​Konfirmasi Pihak Kantor Terminal

​Menindaklanjuti temuan dan keluhan tersebut, awak media mendatangi kantor kepala terminal untuk melakukan konfirmasi. Diketahui, Kepala Terminal (Kater) yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pejabat Provinsi sedang tidak berada di tempat. Awak media kemudian diterima oleh pegawai Tata Usaha (TU) Tika dan staf bernama Alvian.

​Dalam keterangannya kepada awak media, Alvian mengakui bahwa pihaknya telah mengetahui insiden yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB tersebut. Ia secara terbuka menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh anggotanya di lapangan menyalahi aturan yang berlaku.

​"Secara aturan memang salah petugas yang bernama inisial P. Dia anggota saya di lapangan. Sebenarnya saya juga ada di pos TPR waktu kejadian pemungutan retribusi mobil boks L300 warna hitam tadi," ujar Alvian.

​Lebih lanjut, Alvian juga menyampaikan permohonan agar permasalahan itu tidak diperpanjang, mengingat awak media telah mengetahui kejadian tersebut serta memiliki rekaman videonya.

​"Karena rekan media sudah tahu dan sudah ada juga videonya, saya yang senior di pos TPR hari ini minta bantu, jangan sampai berkelanjutan dan tolong jangan diviralkan," tambahnya.

​Sorotan dan Pertanyaan Publik

​Meski pihak senior di lapangan telah memberikan klarifikasi, sejumlah pertanyaan kritis tetap mencuat dari awak media dan publik terkait lemahnya pengawasan internal instansi terkait, 

Dugaan ​Pembiaran Tindakan, Mengapa Alvian selaku pegawai senior membiarkan anggotanya, inisial P, tetap memaksa dan memungut uang retribusi dari kendaraan boks kosong yang hanya melintas di depan pos TPR?

Bagaimana pengawasan Pimpinan, Sejauh mana efektivitas pengawasan dari Kepala Terminal (Kater) sebagai pimpinan tertinggi di lingkungan operasional tersebut?

Apa ada ​Dugaan Tutup Mata, Alvian yang menjabat sebagai pegawai paling senior di lokasi kejadian diduga bersikap tutup mata dan membiarkan praktik pemungutan yang tidak sesuai ketentuan tersebut terjadi di depan matanya?

​Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada Kepala Terminal dan instansi terkaitnya di tingkat provinsi guna memastikan adanya tindakan tegas dan evaluasi terhadap SOP di pos TPR Padang Panjang.

(Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait, sesuai dengan pedoman media siber).

Pewarta : Zulfikar Mr

Editor      : Redaksi

×
Berita Terbaru Update