GofaktaNews.com-Menanggapi unggahan viral di berbagai platform media sosial terkait dugaan penyelewengan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di kawasan Bungus Teluk Kabung, seorang warga yang enggan disebutkan namanya memberikan klarifikasi kepada GofaktaNews.com.
Ia menegaskan, video yang beredar di akun Instagram, TikTok, dan Facebook Sumbarkita merupakan video lama dari tahun 2023 dan tidak menggambarkan situasi yang terjadi saat ini.
Kronologi dan Fakta Versi Keluarga
Berdasarkan keterangan sumber tersebut, peristiwa dalam video lama itu terjadi di Kelurahan Simpang Empat, Bungus Barat. Ia menjelaskan sejumlah poin terkait isi video yang beredar.
Menurutnya, sosok yang terlihat dalam video merupakan dia, dan adiknya yang sedang mengambil sisa karat minyak dari tangki yang telah dalam perjalanan kembali menuju Depot Pertamina.
Ia menjelaskan, minyak yang dipindahkan tersebut merupakan sisa penghematan sopir selama perjalanan dan kemudian dibeli oleh adiknya, bukan pengambilan ilegal dari muatan utama yang seharusnya didistribusikan ke SPBU.
Sumber tersebut juga menduga video lama itu sengaja digabungkan dengan rekaman lain yang memperlihatkan gudang minyak di Jalan Padang–Bengkulu, Teluk Kabung Tengah, oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyudutkan keluarganya.
“Video yang dikirim ke admin media sosial itu tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Itu video lama saya dan mungkin sengaja digabung oleh orang yang tidak menyenangi saya,” ujarnya.Minta Unggahan Dihapus
Merasa nama baiknya tercoreng, pihak keluarga mengaku telah menghubungi admin media sosial Sumbarkita untuk meminta agar konten tersebut segera dihapus.
Keluarga menyatakan keberatan karena narasi dalam unggahan itu menyebut peristiwa terjadi pada Jumat, 13 Maret 2026, yang menurut mereka tidak benar atau hoaks.
Mereka juga memberikan waktu selama 3x24 jam kepada pengelola akun untuk menurunkan postingan tersebut.
Jika dalam waktu tersebut tidak ada tindakan, pihak keluarga berencana melaporkan penyebar video maupun pengelola akun ke pihak berwajib atas dugaan pencemaran nama baik serta penyebaran informasi yang menyesatkan.
“Dengan adanya video itu, saya dan keluarga merasa sangat malu dan dirugikan. Saya akan membawa masalah ini ke jalur hukum agar menjadi pelajaran bagi publik,” tutupnya.
Pewarta : Marianto/Tim
Editor : Redaksi


