Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi protes ini dipusatkan di kawasan Bungus. Akibatnya, layanan transportasi publik di Koridor 2 lumpuh total. Sepanjang pagi ini, tidak terlihat satu pun armada yang beroperasi melayani penumpang di jalur tersebut.
Salah satu sopir yang ikut dalam aksi tersebut mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebutkan bahwa meskipun hak mereka belum dipenuhi, para karyawan tetap menunjukkan itikad baik dengan bekerja seperti biasa sebelumnya.
"Gaji kami belum dibayar selama tiga bulan. Hingga hari ini belum ada kejelasan kapan akan dicairkan, padahal kami setiap hari tetap turun ke jalan menjalankan kewajiban," ujarnya kepada media.
Dugaan Pelanggaran Kontrak
Kekecewaan senada juga disampaikan oleh rekan sejawatnya. Menurutnya, pihak manajemen telah mengabaikan poin-poin penting dalam kontrak kerja yang telah disepakati bersama.
"Sesuai dengan kontrak, semua kewajiban sudah kami jalankan dengan baik. Namun kenyataannya, hak kami tidak diberikan sesuai harapan. Tentu ini sudah melanggar aturan ketenagakerjaan yang berlaku," tambahnya dengan tegas.
Berhentinya operasional Koridor 2 ini menyebabkan banyak calon penumpang terlantar di halte-halte sepanjang rute tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola Trans Padang maupun Dinas Perhubungan Kota Padang terkait langkah penyelesaian masalah ini.
(Hingga berita ini diterbitkan Redaksi masi berupaya untuk hasil konfirmasi dari pihak terkait) Sesuai dengan pedoman media siber huruf c ayat 1).
Penulis : Mukhsin
Editor : Tim Redaksi
