-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Oknum Mafia Minyak Diduga Bermain, Praktisi Hukum Minta Polisi Usut Antrean Panjang di SPBU Pitameh

Selasa, 10 Maret 2026 | Maret 10, 2026 WIB Last Updated 2026-03-10T05:51:56Z

GofaktaNews.com–Antrean panjang kendaraan, didominasi oleh mobil Truk Canter, pick up jenis Carry, serta Truk CPO, yang diduga telah memodifikasi tangki bahan bakar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)  bernomor 13-251-501 di jalan Raya Pitameh, Tanjung Saba Pitameh Nan XX, Kecamatan  Lubuk Begalung, Kota Padang, kian meresahkan warga dan pengendara. Antrean ini kerap meluber hingga ke badan Jalan Raya Pitameh Nasional Padang - Solok, menyebabkan kemacetan parah dan dikhawatirkan memicu kecelakaan lalu lintas.


Berdasarkan pantauan di lapangan, kemacetan di sekitar SPBU jalan Raya Pitameh, Tanjung Saba Pitameh Nan XX, Kecamatan  Lubuk Begalung, Kota Padang itu telah berlangsung sejak beberapa minggu terakhir. Kondisi itu memaksa pengendara roda dua dan roda empat yang melintas harus ekstra sabar dan berhati-hati lantaran jalur lalu lintas terhambat oleh kendaraan pengantre BBM yang berhenti di tepi badan jalan raya, 9 Maret 2026.

Seorang pengendara roda dua, Anto (40), mengungkapkan kekesalannya terhadap situasi ini."Hampir setiap hari pagi, lewat sini pasti macet. Mobil-mobil itu parkir sampai ke jalan. Kami yang terburu menuju Solok waktu jadi terhambat. Harusnya ada penertiban,”ujar Anto.


Ia menambahkan, kemacetan sering terjadi cukup lama tanpa adanya tindakan tegas dari pihak terkait. "Kadang macetnya sampai beberapa ratus meter dan berlangsung lama, tapi tidak ada tindakan. Kalau memang mobilnya modifikasi dan beli BBM berulang, seharusnya ditindak tegas oleh aparat penegak hukum Polresta Padang, khusus Unit II Tipiter Polresta Padang,” tegasnya.

Dampak buruk antrean itu juga dirasakan oleh sopir angkutan umum. Anggi (36), seorang sopir travel asal Solok, mengaku harus menambah waktu tempuh setiap kali melewati lokasi tersebut.


“Biasanya lewat sini hanya sebentar, sekarang bisa ngetem 10–15 menit terjebak macet. Kalau sedang mengejar jadwal penumpang, ini sangat merugikan saya sebagai sopir travel,”keluhnya.


Lebih lanjut, Anggi juga menyoroti potensi bahaya keselamatan pengguna jalan lainnya.“Karena macet mendadak, kadang kendaraan hampir saling bersenggolan. Apalagi truk besar juga antri di sini untuk mengisi BBM. Harus ada langkah tegas supaya tidak terjadi kecelakaan,” tambahnya.


Menyikapi masalah ini, Praktisi Hukum dan Akademisi, Suwandi,S.H.,M.H., dan beberapa awak media mendesak pihak berwenang, Kepolisian Polsek  Setempat, Serta Kapolresta Padang melalui Unit II Tipidter Sat Reskrim Polresta Padang untuk segera menindaklanjuti keluhan masyarakat demi keselamatan pengguna jalan.


“Kami meminta kepada pihak berwajib untuk menindaklanjuti hal ini demi keselamatan masyarakat serta pengendara sepeda motor roda dua dan roda empat agar tidak terjadi lakalantas,”jelas Suwandi.


Ia juga menyoroti apa bila benar dugaan adanya praktik ilegal dan meminta Pertamina untuk mengambil langkah tegas."Meminta kepada pihak Pertamina, apabila terbukti SPBU ini bekerja sama dengan penampung serta ada dugaan melanggar, tolong ditindak juga karena ini dugaan telah melanggar aturan yang berlaku," katanya.


Selain itu, Suwandi juga meminta aparat penegak hukum Kapolda Sumbar melalui jajarannya mengusut tuntas apa bila ada dugaan keterlibatan oknum mafia minyak" dalam kasus ini.


"Terkait apa bila ada oknum mafia minyak yang benar bermain dengan petugas SPBU setempat, kepada aparat penegak hukum tolong ditindak lanjut dan proses sesuai hukum berlaku," tutupnya.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang berhasil diperoleh dari pihak SPBU Pitameh maupun aparat kepolisian setempat mengenai langkah penanganan antrian kendaraan yang diduga melakukan pengisian BBM berulang dengan tangki diduga modifikasi tersebut.


(Hingga berita ini diterbitkan Redaksi masi berupaya untuk hasil konfirmasi dari pihak terkait Sesuai dengan pedoman media siber huruf c ayat 1).


Pewarta : Yudi/Tim
Editor     : Redaksi

×
Berita Terbaru Update