GofaktaNews.com–Setelah banjir besar melanda Sumatera Barat, penderitaan warga di Jorong Kampung Tangah, Korong Talaomundam, Nagari Katapiang, yang berada di dekat akses menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM), masih berlanjut. Bahkan, hingga cuaca kembali cerah, masyarakat setempat mengaku belum mendapatkan tinjauan resmi dari Pemerintah Pusat, dan bantuan dari Pemerintah Kota (Pemko) daerah juga diklaim belum tersalurkan.
Menurut data yang disampaikan oleh Heru, Ketua Pemuda Jorong Kampung Tangah, musibah abrasi sungai di lokasi tersebut menyebabkan kerugian yang sangat besar.
"Total rumah yang hanyut oleh abrasi sungai di sini ada sekitar 27 rumah. Dari awal kejadian sampai cuaca cerah ini, kami belum melihat tinjauan dari pemerintah pusat, dan bantuan dari Pemko daerah juga belum turun," ungkap Heru dengan nada prihatin.
Dalam kondisi darurat itu, Heru atas nama masyarakat sangat mengharapkan adanya tanggapan dan aksi turun langsung dari pemimpin daerah, terutama Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy.
"Masyarakat sangat butuh bantuan dan solusi dari Bapak Wagub Vasko. Kami harap beliau dapat turun langsung melihat kondisi 27 rumah yang hanyut dan memberikan solusi cepat kepada para korban bencana," tambahnya.
Lokasi persis kejadian ini berada di Jalan Akses Bandara Internasional Minangkabau, Jorong Kampung Tangah, Korong Talaomundam, Nagari Katapiang, Padang Pariaman.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melalui Wakil Gubernur Vasko Ruseimy diketahui memang telah aktif merespons dan meninjau berbagai lokasi terdampak banjir di Sumbar, termasuk menerima dan memastikan pendistribusian bantuan dari Presiden.
Namun, tuntutan spesifik dari warga di Jorong Kampung Tangah ini menyoroti bahwa perhatian tersebut belum sampai ke lokasi mereka, terutama terkait bantuan dari Pemko setempat dan tinjauan Pusat.
(Hingga berita ini diterbitkan Redaksi masi berupaya untuk hasil konfirmasi dari pihak terkait) Sesuai dengan pedoman media siber huruf c ayat 1).
Pewarta : Tim
Editor : Redaksi
