GofaktaNews.com - Kejuaraan Provinsi (Kejuprov) I yang diselenggarakan Pengprov Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Sumbar yang dipusatkan kegiatannya di Kabupaten Solok selama dua hari Sabtu-Minggu ditutup secara resmi Ketua Umum IODI Sumbar.
Penutupan Kejuprov I rangkaian kegiatannya penyerahan medali kepada setiap atlet yang meraih prestasi, dimana pelaksanaan Kejuprov ini di ikuti sebanyak 12 Kota Kabupaten se-Sumatera Barat.
Kontingen Mentawai mendapatkan satu perak dengan kategori Beginer Couple berpasangan, kategori Sinqronize waltz meraih perunggu 1 dan 2, Dancesport tradisional yunior mendapat 2 perumggu dan perunggu bersama, kategori Hip hop 2 umum meraih 1 perunggu.
Ketua Ikatan Olaharaga Dancesport Indonesia (IODI) Mentawai, Ramayani Sababalat menuturkan, meski Kejuprov ini sebagai ajang tri out menuju kejurnas dan Poprov, namun menjadi kritikan itu terkait juri harus profesional dalam memberikan penilaian.
"Kita dari IODI Mentawai sangat menjujung tinggi sportivitas olahraga, soal menang dan kalah itu hal biasa, yang terpenting itu juri memberikan penilaian harus objektif dan konsisten" tegasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, kekecewaan itu timbul ketika juri memberikan penilaian kepada atlet Mentawai pada kategori hip hop umum awalnya 79,6, setelah tampil atlet lain, juri umumkan nilai atlet Mentawai 76,4.
"Ini kan gak ver, seharusnya tim juri itu harus berada di tengah-tengah dan memberikan penilaian secara objektif, sehingga tidak menimbulkan kekecewaan kepada atlet" ketusnya.
Dia mengajak para atlet untuk tetap semangat dan terus berlatih, karena di bulan Oktober 2026 akan menghadapi Pekan Olaharaga Provinsi (Poprov), dimana tuan rumah cabor IODI ini di kota Bukittinggi.
"Jadikan Kejuprov sebagai motivasi dan evaluasi diri untuk lebih meningkatkan lagi apa yang menjadi kekurangan dalam menghadapi Poprov mendatang" pungkasnya.
Editor : Tim Redaksi
