Gofaktanews.com - Kasus HIV/AIDS di Kota Padang terus menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Sepanjang Januari-September 2025, tercatat terjadi penambahan sebanyak 192 kasus baru. Dengan demikian, total kasus HIV/AIDS di Kota Padang kini mencapai 1.834, dan meningkat dari tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Dessy M. Siddik, membenarkan data tersebut. Ia menyebutkan, dari 192 kasus baru itu, 173 kasus merupakan penderita laki-laki, dan 19 kasus merupakan penderita perempuan.
“Ya, saat ini terjadi penambahan kasus HIV/AIDS sebanyak 192 kasus di Kota Padang. Dari jumlah tersebut, sebagian besar penderita adalah laki-laki,” terang dr. Dessy M. Siddik.
Terpisah, Sosiolog Universitas Negeri Padang, Dr. Erianjoni, menilai peningkatan kasus HIV/AIDS di Padang disebabkan oleh rendahnya pendidikan dan pengetahuan masyarakat tentang penyakit ini, serta lemahnya kepedulian sosial terhadap bahaya HIV/AIDS.
“Faktor gaya hidup berisiko seperti seks bebas dan penggunaan narkoba suntik masih menjadi penyumbang terbesar. Ditambah lagi minimnya akses informasi dan layanan kesehatan yang belum sepenuhnya menjangkau kelompok rentan,” ungkap Erianjoni.
Ia menegaskan, untuk menekan laju penyebaran HIV/AIDS, Pemerintah Kota Padang harus melakukan sinergitas lintas sektor, mulai dari dinas kesehatan, dinas sosial, hingga komunitas masyarakat. “Sinergitas ini penting agar populasi kunci bisa lebih mudah mengakses layanan kesehatan, baik bagi yang sudah terpapar maupun yang belum,” jelasnya.
Lebih lanjut, Erianjoni juga menyoroti perilaku LGBT, terutama hubungan sesama jenis antar pria, sebagai salah satu pemicu utama penyebaran HIV/AIDS di Kota Padang. Ia mengingatkan bahwa fenomena tersebut kini bahkan mulai menyasar kalangan pelajar.
“Tidak bisa dipungkiri, perilaku LGBT menjadi pemicu HIV/AIDS. Ini sangat mengkhawatirkan, apalagi sudah masuk ke lingkungan remaja dan pelajar. Oleh karena itu, peran serta niniak mamak, cadiak pandai, dan ulama sangat dibutuhkan untuk mencegah perilaku menyimpang yang berpotensi memicu penyebaran HIV/AIDS,” terangnya.
Editor : Tim Redaksi
