GofaktaNews.com – Penyaluran bantuan beras bagi masyarakat penerima manfaat di Kota Bukittinggi menjadi sorotan. Penelusuran media pada akhir September 2026 mengungkapkan adanya keluhan warga dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) terkait bantuan beras yang belum kunjung diterima dalam beberapa bulan terakhir.
Informasi tersebut diperoleh dari seorang Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di salah satu kelurahan di Kota Bukittinggi. Untuk melindungi identitasnya, narasumber dalam pemberitaan ini disebut Bunga.
Menurut Bunga, bantuan beras kepada masyarakat di wilayahnya belum diterima selama kurang lebih 3 bulan terakhir. Ia menjelaskan, untuk bantuan beras Bulog tahap ketiga, proses pencairannya masih mengalami kendala. Bahkan, pihak Bulog meminta PSM agar terlebih dahulu mengumpulkan SPJ atau bukti penerimaan dari masyarakat.
“Beras Bulog daerah Bukittinggi untuk tahap 3 belum dicairkan. Pihak Bulog meminta kepada PSM, suruh minta SPJ atau surat pertanggungjawaban kepada warga dulu, kalau bisa bukti penerimaan,”ujar Bunga kepada awak media.
Namun, permintaan tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan PSM. Mereka tidak ingin membuat masyarakat mempertanyakan bantuan yang secara faktual belum mereka terima.
“PSM tidak mau menerima, karena takut nanti warga marah sama kami,” katanya.
Meski demikian, Bunga menyebut masih ada kemungkinan persoalan tersebut dapat diupayakan melalui pihak Bulog agar penyaluran bantuan kepada masyarakat bisa segera direalisasikan.
Alasan yang diterima PSM dari pihak Bulog adalah kendala BBM hingga kondisi stok beras berkutu yang sekarang sedang disortir. Pihak Bulog juga menyampaikan kepada PSM bahwa persoalan tersebut akan dikoordinasikan dengan Wali Kota Bukittinggi. Itulah yang disampaikan pihak PSM kepada awak media di salah satu kelurahan di Kota Bukittinggi.
Supaya berita ini berimbang dan tidak simpang siur di masyarakat, awak media menemui pihak Bulog, Bapak Romi Petarosa, di ruangan kerjanya.
Pihak Bulog menyampaikan sejumlah kendala yang menjadi penyebab belum optimalnya penyaluran bantuan beras kepada masyarakat.
“Pertama, pihak Bulog terkendala dengan BBM,” demikian keterangan yang disampaikan kepada media.
Pihak Bulog juga menjelaskan bahwa kondisi stok beras saat ini mengalami masalah karena terdapat beras yang berkutu, sehingga harus melalui proses pembersihan terlebih dahulu sebelum disalurkan.
“Kondisi stok beras itu sudah berkutu dan harus dibersihkan dulu,” jelas Romi Petarosa.
Masyarakat Menunggu, Tahap Berikutnya Dipertanyakan
"Kapan kira-kira bisa dibagikan, Pak?" tanya awak media kepada Romi Petarosa.
Bapak Romi Petarosa menjawab, “Kita menunggu dulu izin prinsip dari Badan Pangan Nasional. Apakah bulan November, kalau bisa secepatnya.”
Keterangan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Bunga. Menurutnya, persoalan waktu menjadi perhatian serius karena saat ini sudah memasuki bulan Oktober.
“Nah, sekarang sudah masuk bulan Oktober. Seharusnya pembagian beras kepada masyarakat sudah masuk tahap empat lagi,” ujarnya.
Kondisi ini pun menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Jika bantuan beras memang diperuntukkan bagi warga penerima manfaat, kapan sebenarnya bantuan tersebut dapat diterima?
Persoalan lainnya adalah mekanisme pertanggungjawaban. PSM berada pada posisi sulit apabila diminta menyiapkan bukti penerimaan sementara masyarakat belum menerima bantuan.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah daerah bersama Bulog segera memberikan kejelasan mengenai status bantuan beras tersebut, termasuk jadwal penyaluran, jumlah penerima manfaat, serta mekanisme pertanggungjawaban yang harus dipenuhi.
Pertanyaan besarnya kini, ada apa dengan penyaluran bantuan beras di Kota Bukittinggi? Mengapa bantuan yang dinantikan masyarakat belum juga terealisasi, sementara tahap berikutnya sudah di depan mata?
(Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh hasil konfirmasi dari pihak terkait sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber huruf C ayat (1).
Pewarta : Anasril
Editor : Tim Redaksi
