GofaktaNews.com— Seorang pengendara mobil Daihatsu Ayla, Topit Marliandi, mengeluhkan kendaraannya mendadak kehilangan tenaga dan tersendat-sendat setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU Bandara Kataping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (17/10/2026) sekitar pukul 11.44 WIB. Topit mengisi Pertalite sebanyak 10 liter senilai Rp100.000 secara tunai di Pompa 02 SPBU bernomor 13255523. Pengisian tersebut dilayani operator berinisial E.
Topit mengatakan, gangguan pada mesin mobilnya muncul tidak lama setelah meninggalkan area SPBU. Saat pedal gas diinjak, mesin terasa tidak bertenaga dan tersendat-sendat.
"Mesinnya tidak berjalan normal seperti biasanya. Saat digas, kecepatannya hanya bisa mencapai 20 km/jam. Begitu dicoba naik ke kecepatan 30 hingga 40 km/jam, mesin sudah tidak mau merespons dan hilang tenaga," ujar Topit.
Mengetahui kondisi tersebut, Topit langsung menyampaikan keluhan secara lisan kepada pihak pengelola SPBU Kataping. Salah seorang perwakilan manajemen yang ditemuinya menyarankan agar kendaraan diperiksa terlebih dahulu di bengkel resmi. Ia juga diminta menyiapkan rekaman video sebagai bukti sebelum kembali melaporkan kejadian tersebut kepada pihak SPBU.
Konfirmasi ke Humas Pertamina
Pada hari yang sama, Topit juga menghubungi Humas Pertamina Sumatera Barat, Zaki Mubarak, untuk menyampaikan keluhannya.
Melalui pesan singkat, Zaki mengarahkan Topit agar membuat laporan resmi kepada pihak SPBU dengan melampirkan bukti transaksi pembelian BBM.
"Buat aja laporan ke SPBU itu, Bang. Tunjukkan transaksi pembelian di SPBU tersebut. Nanti kita akan minta CCTV SPBU untuk melakukan pengecekan, serta menguji apakah ada kendaraan lain yang mengalami kendala serupa," jelas Zaki.
Zaki menambahkan, SPBU tersebut merupakan lembaga penyalur swasta yang menjadi mitra Pertamina. Selain melapor langsung ke SPBU, Topit juga disarankan menyampaikan pengaduan melalui pesan langsung (DM) ke akun media sosial resmi Pertamina Sumatera Barat agar dapat ditindaklanjuti melalui investigasi.
Minta Investigasi dan Evaluasi
Meski telah menyampaikan keluhan, Topit mengaku kecewa terhadap penanganan dan respons pihak SPBU yang dinilainya lambat. Ia berharap keluhannya ditanggapi secara serius karena menyangkut kenyamanan dan kerugian konsumen.
Menurutnya, dugaan masalah kualitas BBM perlu ditelusuri secara menyeluruh. Namun, penyebab gangguan pada kendaraannya masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis dan pengujian BBM.
"Pertalite adalah BBM subsidi untuk masyarakat. Ketika terjadi masalah, respons petugas seakan lambat dan kurang tanggap. Itu menunjukkan lemahnya pengawasan dan sistem penyaringan BBM, baik di tingkat SPBU maupun pasokan dari Depot Pertamina," tegas Topit.
Ia berharap pemerintah pusat dan daerah serta instansi terkait memberikan perhatian terhadap pengaduan tersebut. Topit juga meminta investigasi terhadap rantai distribusi BBM, mulai dari depot hingga SPBU di Sumatera Barat, untuk memastikan kualitas BBM yang diterima konsumen sesuai standar.
Hingga berita ini disusun, penyebab gangguan pada mobil Topit belum dapat dipastikan. Dugaan keterkaitan antara gangguan kendaraan dan BBM yang dibeli masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
(Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait, sesuai dengan pedoman media siber).
Pewarta : Tim
Editor : Redaksi
