-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Minim Nya Perhatian Pemko Padang Warga Korban Kebakaran Siteba Seakan Tak Dianggap

Rabu, 10 Desember 2025 | Desember 10, 2025 WIB Last Updated 2026-01-20T09:17:05Z

GofaktaNews.com—Kepedihan masih menyelimuti warga Perumahan Siteba, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, setelah kobaran api melumat rumah mereka pada Senin malam, 8 Desember lalu. Di antara rangka atap yang menghitam dan serpih-serpih arang yang masih mengepulkan asap tipis, para korban berusaha menyelamatkan apa pun yang tersisa dari hidup mereka.


Namun duka itu terasa kian perih ketika tak satu pun wakil rakyat dari daerah pemilihan setempat muncul, sekadar menyapa apalagi membawa bantuan.


Musibah kebakaran ini, bagi warga, tak kalah menghancurkan dibandingkan banjir bandang yang beberapa hari terakhir menyita perhatian pejabat dan publik. Di Siteba, perabot lenyap, dokumen hilang, pakaian tak bersisa, dan rumah-rumah rata dengan tanah. Tetapi perlakuan negara terhadap mereka jauh berbeda dari penyintas banjir bandang yang kini didatangi pejabat lengkap dengan rombongan, kamera, dan paket bantuan.


“Kami seperti tak dianggap ada. Rumah kami habis. Tapi sampai hari ini, tidak ada Perhatian Serius satu pun dari pejabat publik dan pemerintah kota padang terhadap bencana yang menimpa kami" ujar seorang ibu korban kebakaran, Rabu,(10/12).


Keluhan serupa terdengar dari sejumlah warga lain. Mereka mengaku gamang harus mengadu ke mana. Sebagian kini menumpang di rumah kerabat, sebagian lagi bertahan di sisa bangunan berdinding arang. Hingga Rabu sore, posko resmi pun belum tampak dibentuk secara terkoordinasi oleh instansi mana pun.


“Kalau banjir bandang, pejabat dan pemerintah daerah datang berbondong-bondong. Tapi kebakaran ini seperti bukan bencana. Padahal kami juga kehilangan segalanya,” kata seorang warga.


Kekecewaan makin mengemuka karena lokasi kebakaran sampai hari seakan terabaikan dan luput dari perhatian pemerintah  daerah.Warga menilai perbedaan respons ini menunjukkan betapa solidaritas pejabat kerap mengikuti sorotan kamera alih-alih kebutuhan paling mendesak di lapangan.


Untuk saat ini, bantuan baru mengalir dari warga sekitar. Beberapa karung pakaian bekas, makanan siap saji, tikar, dan selimut mulai berdatangan, meski jumlahnya jauh dari cukup untuk menopang puluhan jiwa yang kehilangan tempat tinggal.


Di tengah sisa bangunan yang menghitam dan bau asap yang masih menggantung di udara, warga Siteba berharap pemerintah kota dan para wakil rakyat tak menutup mata. “Kami cuma ingin diperlakukan sama seperti korban bencana lain. Kami butuh uluran tangan, bukan sekadar janji,” ujar seorang korban lainnya.


Di Siteba, kesedihan tampak akan bertahan lebih lama ketimbang api yang sudah padam.


Terpisah" Praktisi Hukum sekaligus Akademisi, Suwandi, S.H., M.H., menyayangkan sikap pemerintah daerah yang dinilai lamban dan tidak memberikan perhatian memadai kepada para 

.

Suwandi mengungkapkan keprihatinannya melihat kondisi di lokasi kejadian. Menurutnya, respons dan bantuan dari pemerintah daerah seolah tidak ada, menambah beban penderitaan yang telah ditanggung para penyintas.


"Sangat disayangkan, pemerintah daerah terkesan tidak merespon dan memberikan perhatian serius kepada korban kebakaran itu. Seharusnya, dalam kondisi darurat seperti itu, langkah cepat dan nyata harus segera diambil untuk meringankan beban mereka," ujar Suwandi, S.H., M.H., kepada awak media.


Saat ini, para korban masih berjuang membersihkan puing-puing rumah mereka. Asap tipis masih terlihat mengepul dari serpihan arang, menjadi saksi bisu tragedi yang merenggut tempat tinggal mereka. Ketiadaan uluran tangan yang sigap dari pihak berwenang di tingkat lokal menjadi sorotan utama.


"Ini bukan hanya soal bantuan materi, tapi juga kehadiran dan perhatian psikologis. Pemerintah daerah wajib hadir. Kami mendesak agar Pemda segera mengambil tindakan konkret, tidak hanya menunggu, tapi langsung memberikan fasilitas penampungan sementara, bantuan pangan, dan kebutuhan dasar lainnya," tegas Suwandi.


Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak terkait.


(Hingga berita ini diterbitkan Redaksi masi berupaya untuk hasil konfirmasi dari pihak terkait) Sesuai dengan pedoman media siber huruf c ayat 1).


Pewarta : Mukhsin
Editor     : Redaksi

×
Berita Terbaru Update