GofaktaNews.com–Upaya pemulihan pasca-banjir di Guo Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, terkendala oleh endapan lumpur tebal setinggi beberapa sentimeter, khususnya di fasilitas publik. Salah satu yang terdampak adalah SDN 32 Guo Kuranji, yang kini tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena hampir seluruh ruangan dan halaman tertutup lumpur sisa luapan Batang Kuranji.
Untuk mempercepat pembersihan, pihak sekolah dan masyarakat setempat mendesak agar mobil pemadam kebakaran (Damkar) segera dikerahkan ke lokasi. Penggunaan mobil Damkar dinilai vital untuk menyemprot dan membersihkan lumpur yang sangat tebal dan sulit dihilangkan hanya dengan peralatan manual.
Kepala Sekolah PLT, Yulia, menjelaskan, tumpukan lumpur yang tebal dan berat menghambat upaya pembersihan yang dilakukan secara manual oleh para guru dan serta murid."Ini sudah bukan lagi masalah mengepel, lumpur itu harus dikeruk dan didorong keluar. Seluruh meja, kursi, dan ada beberapa buku terbenam di dalam lumpur ini,"ujarnya.
Bantuan mobil Damkar sangat dibutuhkan untuk menggunakan semprotan air bertekanan tinggi guna mempercepat evakuasi material lumpur dari dalam ruang kelas.Jika pembersihan tidak dilakukan segera, dikhawatirkan kerusakan pada infrastruktur sekolah akan menjadi permanen.
Terpisah, Suwandi, S.H.,M.H., seorang praktisi hukum sekaligus akademisi, menegaskan bahwa respons cepat dari pemerintah kota sangat dibutuhkan, terutama dalam memulihkan sektor pendidikan.
"Kita meminta pihak berwenang, terutama BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran, serta pihak terkaitnya, untuk segera mendesak respon cepat agar Fasilitas pendidikan di SD 32 Kuranji dapat kembali pulih. Anak-anak harus segera kembali ke sekolah dan melanjutkan pembelajaran seperti semula," ujar Suwandi.
Menurutnya, kelumpuhan aktivitas belajar mengajar akan berdampak serius pada hak pendidikan anak-anak. Kerusakan fasilitas pendidikan akibat bencana harus menjadi prioritas utama penanganan pasca-bencana.
Saat ini, proses belajar mengajar di SD 32 Kuranji, Guo Kuranji terpaksa dihentikan atau dialihkan sementara. Kondisi ruang kelas yang penuh lumpur tebal tidak memungkinkan siswa dan guru untuk beraktivitas.
Warga berharap, dengan pengerahan mobil Damkar, lumpur tebal dapat segera disingkirkan dalam waktu singkat, memungkinkan sekolah melakukan sanitasi dan pemulihan, sehingga kerugian waktu belajar siswa dapat diminimalisir.

