GofaktaNews - Pengelolaan sampah berbasis masyarakat adalah pendekatan yang mengutamakan partisipasi aktif warga sejak dari tahap perencanaan hingga evaluasi untuk mengurangi dan mengelola sampah secara mandiri.
Pengelolaan sampah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama dan menciptakan ikatan yang kuat dengan lingkungan, serta mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Kunci dari pendekatan ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat, dimana kegiatan tersebut di lakukan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat.
Kegiatan di laksanakan di aula gedung Nasional, Dusun Padarai, Desa Sioban, Kecamatan Sipora Selatan Kepulauan Mentawai, Selasa (25/11/2025) yang di hadiri Jovi anggota DPRD provinsi sumatera barat, Kadis Lingkungan Hidup Mentawiai, Elisa siriparang, Asri camat sipora Selatan, Danramil/03 /sioban(diwakili), kapolsek sioban, Para kepala desa, Kepala sekolah SD,SMP, SMA, kepala puskemas, peserta pelatihan lebih kurang 50 orang, Nara sumber dari dinas lingkungan hidup.
Babinsa Koramil 03 Sioban, Kodim 0319/Mentawai, Sertu B.Purba dalam kegiatan tersebut menyampaikan, bahwa Sosialisasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat ini bertujuan agar lingkungan bersih dari sampah dan hidup sehat.
Dia menyebut, dalam kegiatan ini masarakat diberikan pelatihan untuk cara membuat sampah organik dan non organik untuk dijadikan pupuk dengan menggunakan alat yang sudah disiapkan oleh dinas lingkungan hidup provinsi sumatera barat melalui pokir salah satu anggota dewan provinsi Sumbar, Jovi dari partai Golkar.
Ada pun jumlah alat yang diberikan kepada masyarakat sebanyak 10 unit untuk sebagai pengelolaan sampah yang di jadikan bermanfaat dan bernilai ekonomis.
"Peralatan yang di berikan ini diharapkan dapat di gunakan masyarakat sesuai dengan peruntukannya yang sudah ditentukan Dinas Lingkungan hidup, sehingga sampah tidak menjadi masalah lagi disetiap wilayah" tutupnya mengakhiri.
Editor : Tim Redaksi
