GofaktaNews.com - Pelaksanaan Kejuaraan Provinsi (Kejuprov) I di Kabupaten Solok menuai kekecewaan dari kontingen Ikatan Olaharga Dancesport Indonesia (IODI) Mentawai, pasalnya penilaian yang di lakukan tim juri tidak konsisten, seakan semuanya sudah di kondisikan.
Tuai protes itu saat penampilan dari Mentawai dengan kategori hip hop 2 umum, dimana tim juri memberikan nilai 79,6 kemudian setelah peserta kabupaten lain sudah tampil di umumkan bahwa nilai Mentawai ada perubahan menjadi 76,4.
"Kita merasa kecewa hasil penilaian yang diberikan juri dan tidak konsisten seakan sudah di kondisikan" ucap Ketua IODI Mentawai, Ramayani dengan nada rasa kesal dilokasi kegiatan Kejuprov di kabupaten Solok, Minggu (24/5/2026).
Dia menyebut, untuk event selanjutnya kalau masih seperti ini cara yang di lakukan tim juri , IODI Mentawai bakalan tidak ikut, meski yang di sampaikan ketum IODI Sumbar pada tahun 2027 akan di fasilitas semua kontingen.
"Kita butuhkan dalam pertandingan itu penilaian yang objektif tidak berat sebelah, jangan pula karena anggota sanggar juri lalu nilai dikondisikan, ini kan gak ver" ketusnya.
Dia meminta kepada Pengprov IODI Sumbar untuk dapat melakukan evaluasi terhadap juri yang akan di hadirkan pada pelaksanaan event selanjutnya, karena menurutnya penilaian tidak konsisten merugikan atlet yang bertanding.
Dalam pertandingan, kata dia selagi juri memberikan nilai yang objektif dan tidak berat sebelah, setiap kontingen akan menerima hasil yang sudah ditetapkan juri.
Setelah para atlet tampil, dari atlet mentawai kecewa, bahkan menangis karena tidak menerima hasil penilaian yang di umumkan tim juri, seakan penilaian berat sebelah dan tidak profesional.
Dia menegaskan hasil penilaian yang diberikan tim juri memang di kucilkan betul atlet Mentawai, sepertinya anggota sanggar mereka yang di prioritaskan dalam sebuah event.
"Seharusnya penilaian yang diberikan harus sesuai, sehingga tidak ada menimbulkan kekecewaan para setiap atlet yang ikut pertandingan" pungkasnya.
Editor : Tim Redaksi
